Area Baca

6/18/2013

Psikologi Pendidikan Anak

Secara etimologis, istilah psikologis ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata “psyche” yang artinya adalah jiwa, dan logos yang artinya ilmu. Jadi secara harfiah, psikologi adalah ilmu jiwa, atau suatu ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan. Akan tetapi apabila mengacu pada salah satu syarat ilmu yaitu adanya objek yang dipelajari maka tidaklah tepat mengartikan psikologi sebagai ilmu jiwa karena jiwa memiliki sifat abstrak. 

Oleh sebab itu yang perlu dikaji adalah manifestasi dari jiwa itu sendiri yang diwujudkan dalam perilaku seseorang ketika berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan dasar tersebut maka bisa di artikan psikologi adalah suatu kajian ilmu yang mempelajari perilaku individu atau seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Pendidikan dapat diartikan sebagai proses pertumbuhan yang berlangsung karena adanya tindakan- tindakan dalam belajar. Sedangkan pengertian psikologi pendidikan adalah pembelajaran yang sistematis dari proses-proses dan faktor-faktor yang ada kaitannya dengan bidang pendidikan. Dapat diambil kesimpulan bahwa proses belajar mengajar adalah tujuan utama dari psikologi pendidikan.

Pada kegiatan belajar mengajar, inti dari permasalahan psikologis adalah anak didik itu sendiri. Hal ini bukan berarti kita melupakan persoalan psikologi dari seorang pendidik, namun seorang pendidik adalah mereka yang telah melewati proses pendidikan yang cukup lama dan mereka biasanya sudah memiliki kematangan psikologi yang cukup baik sebagai bekal seorang pendidik dalam mengajar.

Sebagai seorang pendidik harus memiliki kemampuan dalam memahami psikologi pendidikan anak melalui beberapa pertimbangan psikologinya, dengan memahami psikologi anak diharapkan dapat: 

1. Menentukan metode atau strategi pembelajaran yang tepat untuk anak 

2. Memfasilitasi dan memotivasi minat belajat siswa. 

3. Memberikan bimbingan dan konseling pada anak didik. 

4. Merumuskan atau menentukan tujuan pembelajaran yang paling sesuai. 

5. Melakukan penilaian terhadap hasil belajar dengan adil. 

6. Menciptakan suasana belajar yang kondusif. 

7. Melakukan interaksi dengan baik dan tepat dengan anak didik. 

Anak didik adalah objek sasaran dalam proses belajar mengajar yang diharapkan memiliki karakteristik, perilaku dan memiliki kemampuan yang berbeda satu sama lainnya. Oleh sebab itu di dalam proses pembelajaran, seorang guru atau pendidik harus mampu memperhatikan faktor-faktor psikologi. Kenapa faktor psikologi begitu penting? Karena di dalam pendidikan terdapat proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui belajar mengajar, yang tidak dapat dipisahkan dari psikologi.