Area Baca

4/25/2014

Memahami model pembelajaran yang kooperatif

Model pembelajaran kooperatif merupak model pembelajaran yang memanfaatkan pembelajaran berkelompok pada siswa.Dalam model pembelajaran kelompok yang kooperatif ini, juga ditekankan bahwa dalam 1 kelompok setiap siswa harus memiliki kemempuan yang berbeda dengan tingkatan tinggi, sedang, dan rendah.Dan bila diperlukan, dalam satu kelompok tersebut setiap siswa juga memiliki latar belakang yang berbeda. Berikut merupakan bebrapa jenis model pembelajaran kooperatif.

  1. Team Assisted Individualization merupakan penggabungan dari pembelajaran individual dengan pembelajaran kooperatif. Pada model pembelajaran ini para siswa mengikuti tingkatan yang ditentukan melalui tes, dimana nantinya para siswa ditempatkan sesuai dengan tingkat kecepatan  belajarnya.
  2. STAD  merupakan model pembelajaran ini, para siswa di buatkan kelompok kecil yang nantinya itu dibuat sebagai tim.  Pada mode ini para siswa di fokuskan untuk berkerja sama agar bisa meningkatkan prestasi timnya.
  3. Rally table : pada model belajar ini seorang guru dapat memberikan materi dengan kategori tertentu pada siswa.
  4. Jigsaw : Model pembelajaran jigsaw bertujuan meningkatkan rasa tanggungjawab yang ada pada diri siswa terhadap pola belajarnya sendiri maupun pada anggota kelompoknya.
  5. Numbered Heads Together : Pada model pembelajaran NHT ini para siswa memnentukan sendiri nomor mereka di dalam kelompoknya. Setelah itu guru menyebutkan sebuah nomor dan mengajukan pertanyaan kepada siswa yang sesuai dengan nomor disebut.
  6. Coorperative Intergrated Reading Composition (CIRC) : Model pembelajaran ini dirancang agar kemampuan menulis, membaca serta keterampilan berbahasa berkembang dengan baik.
  7. Think Pairs Check : pada model pembelajaran ini para siswa diminta untuk saling mengkoreksi jawaban dari soal yang diberikan oleh guru ke siswa yang menjadi pasangannya.
  8. Tea Party :Pada model pembelajaran tea party, para siswa diminta untuk membentuk membentuk dua barisan dimana nantinya para siswa akan saling berhadapan satu sama lain.

Dan masih banyak lagi model - model pembelajaran kooperatif lainnya.Karena diharapkan dengan adanya model - model pembelajaran tersebut, minat siswa untuk belajar bisa lebih meningkat, dan menanamkan pikiran bahwa belajar itu menyenangkan.