Area Baca

6/24/2014

Strategi Pembelajaran Afektif

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan terbesar yang ada di dunia. Negara ini memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan menempati urutan ke-4 dalam jumlah penduduk terbesar di dunia. Hal ini menyebabkan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia sangatlah kompleks. Seperti yang kian diperbincangkan oleh banyak orang akhir-akhir ini mengenai permasalahan tentang semakin memudarnya nilai-nilai moral yang diterapkan oleh generasi penerus di Indonesia. Hal tersebut tentunya tak lepas dari adanya globalisasi yang semakin tidak terarah membuat masuknya budaya asing begitu mudah diterima oleh para generasi kita. Hal inilah yang akhirnya membuat budaya Indonesia yang syarat akan nilai dan norma sedikit demi sedikit mulai memudar.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka sangat diperlukan sebuah upaya untuk melakukan revitalisasi kebudayaan khususnya dalam hal pembelajaran kepada para peserta didik di sekolah. Salah satunya upaya yang dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat adalah dengan menerapkan sebuah strategi pembelajaran afektif di sekolah. Strategi pembelajaran afektif ini dapat kita katakan sebagai jawaban dari arus globalisasi yang memudarkan nilai-nilai yang diterapkan oleh generasi muda kita. Karena ciri utama dari strategi pembelajaran ini bukan lagi menyoalkan pada urusan kognitif saja. Tetapi lebih menyoalkan tentang sisi afektif atau pengamalan nilai-nilai luhur yang tidak dapat terukur secara kuantitas tetapi dapat tercermin dari perilaku positif dari para peserta didik.

Dengan penerapan pembelajaran afektif ini di sekolah maka diharapkan para peserta didik di masa depan, bukan hanya mengerti dan paham terhadap kepandaian yang bersifat kognitif saja tetapi juga memiliki kecakapan dalam sisi afektif. Atau dengan kata lain hal ini bertujuan untuk mengembalikan kejayaan nilai-nilai luhur bangsa yang saat ini semakin luntur. Dengan demikian maka nilai-nilai luhur yang tercermin dalam kehidupan para peserta didik nantinya dapat menjadi sebuah identitas nasional yang tetap menjunjung tinggi nilai dan norma. Sehingga dengannya kehidupan bangsa menjadi seimbang dan budaya luhur pun dapat tetap terjaga sekalipun arus globalisasi tetap tak terkendali.

Demikianlah yang dapat saya berikan kepada anda tentang strategi pembelajaran afektif ini. Semoga dengannya memberikan banyak manfaatnya untuk anda sekalian. Sekian, semoga beberapa ulasan di atas dapat memberikan banyak manfaat untuk anda.