Area Baca

8/16/2014

Teori Pembelajaran Kognitif

Teori belajar kali ini yang dibahas adalah teori pembelajaran kognitif. Belajar adalah kegiatan yang tidak pernah terpisahkan dalam hidup manusia. Belajar merupakan suatu hal yang penting, karena fungsinya sebagai mempertahankan hidup setiap manusia dan juga untuk mengembangkan jiwa diri. Belajar merupakan aktivitas yang paling utama dalam pendidikan, jika tidak ada belajar maka juga tidak ada proses mengajar. Karena dari belajar inilah setiap orang bisa mengerti tentang hal-hal yang baru, dan juga bisa mengalami perubahan di dalam tingkah laku yang lebih baik, kemudian sikap yang sopan santun, dan juga mengembangkan keterampilan.

Teori pembelajaran kognitif lebih menekankan pada suatu proses yang terjadi di dalam pikiran setiap manusia. Belajar juga merupakan aktivitas mental serta psikis, maksudnya adalah terdapat interaksi aktif manusia dengan lingkungan. Maka dari itu, banyak anak yang tidak belajar dengan mentalnya sendiri terkadang mempunyai kebiasaan yang buruk dan selalu merasa sendiri atau lebih suka individual.

Belajar bukan hanya dengan buku atau bacaan saja, namun juga dengan pengalaman yang dialami sendiri atau bisa juga berkat pengalaman orang lain, sebab dari pengalaman itulah seseorang akan belajar berartinya sebuah hidup. Kemudian belajar juga dapat dilakukan dengan cara memperhatikan sesuatu, mendengarkan dan juga mencoba hal-hal baru yang positif. Dengan begitu, akan banyak hal-hal yang sebenarnya banyak menjadi bahan pelajaran yang dapat diambil ketika mengamati sesuatu tersebut. Contohnya ketika mengamati tanaman, dari situ akan belajar bagaimana cara menanamnya, lalu mengapa bisa tumbuh dan besar, dan apa sajakah yang terdapat dalam tanaman tersebut. Semua itu bisa dipelajari sekaligus hanya dengan mengamati.

Dalam teori pembelajaran kognitif terdapat beberapa teori yang telah dikemukakan oleh pakar. Teori yang pertama adalah teori belajar piaget. Dari teori tersebut menjelaskan tentang perkembangan berpikir seorang anak melalui beberapa tahap, sehingga sangat teratur fasenya. Kemudian, teori SOLO, yang menekankan penampilan seseorang berperan sangat penting bagi tugas-tugasnya. Yang terakhir adalah teori van hiele. Kemampuan anak dalam berpikir bepada dalam suatu tahapan. Dan tahapan itu adalah pengenalan, lalu analisis, kemudian, pengurutan, selanjutnya dedukasi dan yang terakhir ada alurasi.