Area Baca

12/05/2014

Pemantulan Cahaya pada Cermin Datar

Pemantulan cahaya pada cermin datar


1. Pemantulan Cahaya
Apabila cahaya mengenai suatu permukaan maka cahaya akan dipantulkan. Arah rambatan cahaya digambarkan sebagai garis lurus yang disebut berkas cahaya. Sedangkan berkas cahaya adalah kelompok sinar-sinar cahaya. Berkas cahaya dikelompokkan tmenjadi iga macam, yaitu : Berkas cahaya sejajar, berkas cahaya divergen (menyebar), Berkas cahaya konvergen (mengumpul)

a. Jenis Pemantulan Cahaya
Berdasarkan bidang pantulnya pemantulan cahaya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
 1.  Pemantulan teratur
Apabila berkas cahaya mengenai suatu permukaan teratur, halus, mengkilat atau licin maka berkas cahaya akan dipantulkan secara teratur yaitu menuju suatu arah tertentu.
Contoh cahaya yang jatuh dipermukaan kaca.

2. Pemantulan baur (difus)
Apabila berkas cahaya mengenai suatu permukaan kasar dan tidak teratur maka berkas cahaya akan dipantulkan ke segala arah.
Contoh cahaya yang jatuh kerikil.



hukum pemantulan cahaya
Kita dapat melihat benda-benda di sekitar kita karena adanya pemantulan difus, karena pada pemantulan difus sinar yang mengenai permukaan benda dipantulkan ke segala arah. Sedangkan pada pemantulan teratur sinar yang mengenai permukaan benda hanya dipantulkan ke satu arah sehinggakita hanya bisa melihat benda dari satu arah saja.

b. Hukum Pemantulan Cahaya
Snellius seorang matematikawan asal Belanda berhasil menemukan suatu hukum pemantulan cahaya. Bunyi hukum pemantulan cahaya Snellius

1. sinar datang, sinar pantul dan garis normal terletak pada satu bidang datar.

2. sudut datang (i) sama dengan sudut pantul (r)

2. Pemantulan Cahaya pada Cermin Datar

Cermin datar ialah cermin yang mempunyai bidang pantul berupa bidang datar.

Sifat-sifat bayangan pada cermin datar, antara lain :

1) Jarak bayangan pada cermin sama dengan jarak benda pada cermin,
2) Bayangan bersifat maya,
3) Ukuran bayangan yang terbentuk sama dengan ukuran benda,
4) Bayangan bersifat simetris (berlawanan) dengan benda
5) Bayangan yang terbentuk sama persis dengan benda bentuk bendanya.

Jika suatu benda terletak diantara dua cermin datar yang membentuk sudut α, maka banyaknya bayangan yang terbentuk dapat ditentukan dengan persamaan


Syarat untuk dapat melihat seluruh bayangan yang dibentuk oleh cermin, maka tinggi cermin harus setengah dari tinggi benda.


Contoh soal
1. Sebuah paku terletak diantara dua cemin datar yang membentuk sudut 45⁰. Tentukan banyaknya bayangan yang dibentuk oleh kedua cermin tersebut !

Diketahui :

α = 45⁰

ditanya :

n . . . .?

jawab :

 n = (360/45)-1

n  = 8-1 = 7

jadi ada 7 bayangan yang di bentuk oleh dua cermin datar tersebut.

2. Sebuah tongkat yang tingginya 100 cm diletakkan di depan sebuah cermin datar. Berapa cermin yang diperlukan untuk dapat melihat bayangan tongkat secara utuh ?

Jawab : syarat agar dapat melihat seluruh bayangan maka tinggi cermin harus setengah dari tinggi benda. Jadi tinggi cermi yang diperlukan untuk melihat bayangan secara utuh adalah setengah dari tinggi togkat yaitu 50 cm,