Area Baca

1/27/2015

Landasan Teori Hukum Hooke

Teori hukum Hooke banyak di aplikasikan dalam kehidupan sehari – hari. Dapatkah kamu menyebutkan apa saja peralatan yang memanfaatkan teori hukum Hooke ? untuk menjawab pertanyaan tersebut kamu harus mempelajari landasan teori hukum Hooke terlebih dahulu. 

A. Percobaan Hukum Hooke

Agar lebih memahami tentang landasan teori hukum Hooke lakukakanlah percobaan sederhana dengan menggunakan pegas yang digantungkan pada statif. Gantungkan pegas pada statif dan ukurlah panjang pegas mula-mula menggunakan penggaris. Gantungkan beban 50 gram pada pegas dan ukurlah perubahan panjang pegas setelah diberi beban. Lakukan hal yang sama dengan massa beban yang berbeda. Kamu dapat menggunakan beban dengan massa 60 gram, 70 gram dan selanjutnya. Apa yang dapat kamu simpulkan dari percobaan tersebut ?

B. Landasan Teori Hukum Hooke

Percobaan yang telah kamu lakukan, telah lebih dulu dilakukan oleh Robert Hooke seorang arsitek berkebangsaan Inggris. Dari percobaan yang telah dilakukannya Robert Hooke mengemukakan sebuah teori mengenai perubahan panjang pegas dengan gaya luar yang diberikan pada pegas. Seperti yang telah kita ketahui pegas merupakan benda elastis yang akan bertambah panjang ketika diberi gaya, dan pegas akan kembali pada panjang mula – mula setelah gaya dihilangkan. Menurut Robert Hooke “pertambahan panjang pada pegas berbanding lurus dengan gaya yang diberika pada pegas tersebut”. Pernyataan tersebut yang kemudian dikenal dengan Hukum Hooke. Apakah percobaan yang telah kamu lakukan hasilnya sama dengan percobaan yang dilakukan oleh Robert Hooke ? jika demikian berarti kamu telah berhasil membuktikan landasan teori Hukum Hooke.
Saat kamu menggantungkan beban pada pegas artinya kamu telah memberikan gaya pada pegas. Gaya tersebut akan membuat pegas bertambah anjang kemudian pegas akan bergetar naik turun. Mengapa pegas dapat bergetar ? massa yang digantungkan pada pegas kita anggap sebagai gaya luar yang bekerja pada pegas (F1), ketika diberi gaya luar pegas juga akan memberikan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang diberikan tetapi arahnya berlawanan (F2, ingat kembali konsep aksi reaksi hukum III Newton. Menurut Hooke F1 = - F2, sehingga besar gaya pegas dituliskan :
- F = K . ΔX
Dengan F merupakan gaya pegas (N), K merupakan konstanta pegas (N/m) dan Δx merupakan pertambahan panjang pegas setelah diberi gaya (m). Tanda negatif menunjukkan gaya pegas arahnya berlawanan dengan gaya yang diberikan pada pegas.

Teori hukum Hooke tidak hanya berlaku ketika pegas direnggangkan (bertambah panjang), tetapi juga berlaku ketika pegas dimampatkan (bertambah pendek).

c. Aplikasi Hukum Hooke
setelah memahami tentang landasan teori hukum Hooke, sekarang dapatkah kamu menyebutkan aplikasi dri hukum Hooke. ? Berikut aplikasi hukum Hooke yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari – hari :
1. Pegas dipasang pada suspensi sepeda motor.
Hal ini bertujuan untuk meredam kejutan ketika sepeda motor melewati jalan yang berlubang, jalan yang berkelok – kelok di pegunungan dan jalan yang tidak rata.
Suspensi sepeda motor
2. Pegas banyak dimanfaatkan pada neraca
3. Kasur pegas
Demikianlah sekilas tentang landasan teori Hukum Hooke dasansemoga bermanfaat.